Select Page

10 Komposisi Paling Ampuh Untuk Fotografi Model

10 Komposisi Paling Ampuh Untuk Fotografi Model

Bagaimana anda menyusun dan membingkai hasil potret anda merupakan hal yang sangat penting dalam menciptakan gambar yang menarik dan membuat orang yang melihat foto anda menjadi terkesan. Hal tersebut dapat membantu orang lain untuk merasakan keindahan potret tersebut. Pahamilah beberapa aturan komposisi dan bagaimana cara menerapkannya secara efektif. Artikel ini akan menjelaskan kepada anda beberapa aturan yang dapat anda ikuti untuk membantu anda dalam meningkatkan kemampuan memotret anda, khususnya ketika anda ingin memotret model dengan komposisi yang lebih baik. Berikut adalah beberap tips yang bisa anda coba:

1. MENDEKATLAH

Pada umumya, para pemula dalam fotografi cenderung memasukkan banyak unsur ke dalam fotonya, begitu banyak ruang yang kosong disekitar subjek. Begitu pula saat memotret. Banyak orang menggunakan lensa dengan jarak fokus sekitar 50mm, berada terlalu jauh dari model, membuat subjek yang dipotretnya menjadi kelihatan kecil dalam tampilan gambar. Keraguan dalam mendekati subjek hingga jarak terdekat harus anda hilangkan.

Jadi, jika anda ingin menggunakan lensa dengan focal length yang lebih pendek, lebih baik jika anda memotret subjek secara lebih dekat. Perhatian kedua contoh berikut: pertama, memotretlah dengan lensa berukuran 50mm (pada kamera full frame) dan kedua, mendekatlah kepada subjek dengan lensa tele pada pengaturan 120mm. Perhatikan hasil potret manakah yang lebih dekat? Pada foto mana anda merasa lebih fokus dan dekat dengan model?

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

2. GUNAKAN PRINSIP RULE OF THIRDS (RUMUS SEPERTIGA)

Memotret orang dengan posisi mereka berada di tengah-tengah tampilan merupakan hal yang biasa saja dan membosankan. Gunakanlah prinsip Rule of Thirds, jika anda ingin menerapkannya dalam proses fotografi anda. Tempatkan subjek jangan ditengah-tengah bidang foto untuk menambah daya tarik. Ada dua cara menambahkan komposisi dalam foto yang sama dalam pemotretan. Pertama, yaitu jangan tempatkan model di tengah bidang foto, hal ini dapat membuat foto menjadi tidak berwarna. Kedua, Potonglah sedikit bagian yang kosong, sehingga model tidak lagi berada ditengah-tengah tampilan gambar, cara ini menjadikan gambar lebih fokus dan dinamis dari yang sebelumnya.

Setelah anda perhatikan, memotret secara horisontal untuk head shots adalah cara yang lebih baik. Tapi bagaimana jika anda ingin mencobanya secara vertikal? Jika anda melakukannya, gunakanlah mata subjek anda sebagai fokus utama, untuk penempatan pada the rule of thirds. Ini tidak diatur sedemikian rupa, tapi nanti kita akan bahas lebih lanjut mengenai pemahaman mengenai aturan-aturan, tapi ini merupakan poin yang bagus untuk memulai.

Cobalah untuk memiringkan sedikit kamera anda, mungkin lebih menarik dan mata model sudah berada tepat pada fokus yang ditetapkan sebelumnya. Jadi, meskipun model ditempatkan pada posisi antar sudut, perhatian hubungan antara mata dan wajah dalam tampilan. Jika anda ingin menyisakan banyak ruang disekitar subjek, ketahuilah mengapa anda harus melakukan hal tersebut. Ruang tersebut harus difungsikan dan buatlah dengan maksud tujuan tertentu. Ada banyak alasan kenapa anda harus menyisakan sedikit ruang disekitar subjek dan memperhatikan berapa banyak ruang yang cukup.

3. SISAKAN SEDIKIT RUANG DI ATAS KEPALA SUBJEK

Kita telah membahas sebelumnya mengenai pendekatan terhadap subjek, masalah lainnya yang berseberangan yaitu tidak cukupnya ruang yang disediakan di atas kepala subjek. Anda tak ingin bukan? Jika foto tersebut jadi kelihatan sempit dan sangat pas-pasan dalam tampilan? Jadi sisakanlah sedikit ruang agar keliahatan lebih bagus. Hal ini harus anda praktekkan dan jadikanlah pengalaman terbaik dalam memotret.

4. PERLIHATKAN JUGA BAHU UNTUK DASAR FOTO YANG BAGUS

Hal yang satu ini biasanya cenderung tidak diperhatikan (ruang kosong yang berlebihan) atau lainnya (ruang yang sempit). Ya, pemotretan head shots yang sangat fokus memang dapat kelihatan begitu menakjubkan, dinamis dan berkesan. Tapi, kepala juga membutuhkan sesuatu disekitarnya agar tidak kelihatan ganjil, seperti hanya kepala saja yang dipotret. Perhatikan patung-patung yang ada di museum, ketika anda melihat patung tersebut, apa yang ada dibawah kepalanya sebagai pelengkap? Benar, sepasang bahu, hal ini juga dibutuhkan dalam fotografi. Dalam pemotretan head shots, kepala juga membutuhkan dasar dalam foto sebagai pelengkap.

5. SISAKAN RUANG DI HADAPAN SUBJEK

Kita kembali membahas mengenai ruang. Seperti yang telah kita bahas diatas, ini menjadi sangat kontras ketika keduanya dilakukan bersamaan. Saat jarak lebih dekat terhadap subjek dan menyisakan ruang yang lebih, tapi ini dilakukan untuk mendapatkan keseimbangan yang tepat, berapa banyak ruang yang tersisa serta dimana ini ditempatkan. Ketika anda memotret seseorang dengan satu gaya saja, idealnya anda ingin menyisakan ruang lebih dihadapan subjek anda tersebut. Membiarkan ruang tersebut agar kelihatan lebih luas hingga bagian belakang foto. Dengan sisa ruang tersebut, foto akan jadi kelihatan lebih baik. Ketika subjek tetap pada satu gaya ataupun berpindah posisi.

 6. PERHATIKAN SAAT ANDA MENG-CROP BAGIAN TUBUH

Hindarilah untuk tidak memotong bagian kaki atau tangan subjek anda, biarkan saja bagian tubuh tersebut tetap ada atau potonglah pada bagian siku atau lutut. Ketika anda memotong bagian terkecil pada tubuh subjek anda, ini akan jadi kelihatan tidak normal. Seperti ada sesuatu yang terlewatkan atau ada kesalahan. Tapi ketika anda lebih mendekat semuanya akan terlihat jelas dan anda memotretnya lebih fokus. Memotong sedikit bagian tubuh terkecil, akan berdampak besar. Model kelihatan seperti kehilangan beberapa jarinya dan itu kelihata ganjil. Serta agak mendekatlah agar kepala model menjadi lebih fokus dalam potret, secara keseluruhan dan terkesan lebih berwarna.

7. MEMAHAMI ATURAN- ATURAN DALAM FOTOGRAFI

Baiklah, setelah anda mempelajari dan mempraktekkan aturan-aturan tersebut, sekarang waktunya untuk mengetahui batas-batas serta menerapkan dan menjalankannya. Seperti yang telah kita bahas, anda melakukan semua itu dengan tujuan tertentu. Ketahui mengapa anda menyusun potret tersebut dengan cara anda serta apa dampak yang terjadi untuk hasil akhir gambar anda.

8. COBA MENG-CROP DI BAGIAN KEPALA

Kadang-kadang memotong gambar pada bagian kepala dapat menciptakan kesan dinamis dan menarik dalam pemotretan. Tapi, anda jangan terlalu banyak meng-crop pada bagian tersebut atau model yang anda potret akan nampak seperti kehilangan bagian dahinya dan foto kelihatan jadi aneh serta tidak merata.

9. BERIKAN RUANG YANG LEBIH DI BELAKANG SUBJEK

Ingatlah kita telah membahas mengenai ruang lebih pada bagian depan subjek foto anda dan sekarang kita akan membahas sebaliknya. Satu hal yang harus anda ingat bahwa jika anda ingin menaklukkan aturan-aturan tersebut, anda harus melakukannya agar anda dapat menerapkannya dalam foto anda. Sekali lagi, jika anda merasa hal tersebut baik untuk dilakukan, lanjutkanlah. Tapi, ketahuilah ini bahwa anda dapat membuat keputusan yang berharga dan berdampak baik untuk penempatan subjek dalam tampilan foto anda.

Sebagai contoh, anda dapat menempatkan subjek anda lebih miring kearah sebelah kiri dan ruang yang tersisa disebelah kanan. Ini memberi kesan yang baik dalam foto serta membuat orang bertanya, sebenarnya model lebih fokus untuk untuk menunjukkan bagian sebelah mana? Cara ini juga dapat membangkitkan atmosfer dalam foto anda, sehingga menjadi lebih hidup.

10. MIRINGKAN KAMERA

Ketika anda memotret landscape atau arsitektur, anda biasanya ingin memastikan bahwa memotret dengan posisi manakah yang lebih baik, horisontal ataukah vertikal. Ketika anda memotret dan subjek berada dibalik jendela, cara terbaik yaitu adalah miringkanlah kamera anda. Memotret pada posisi diagonal merupakan cara yang menarik dan menampilkan banyak unsur daripada posisi kamera yang lurus-lurus saja. Ingatlah bahwa ketika anda memiringkan kamera saat memotret, ini juga pastinya akan menggeser posisi bahu. Ini bisa kelihatan bagus. Buatlah salah satu bahunya kelihatan lebih tinggi daripada bagian lainnya, agar kelihatan tidak kaku serta jika model anda tidak dapat melakukan pose tersebut secara alami, anda dapat membantunya dengan cara memiringkan kamera.

11. KREATIFLAH MELALUI KOMPOSISI-KOMPOSISI TERSEBUT

Yang terakhir tapi begitu penting, yaitu berpikirlah diluar batas. Beranilah jadi berbeda. Pahami batasan dalam komposisi dan cobalah untuk melihat apa yang terjadi. Cobalah hal-hal ini: komposisi pemotretan dengan subjek berada pada posisi rule of thirds, serta berikan banyak ruang pada bagian sekitar kepala untuk pemotretan head shots, aspek yang berbeda pada pemotretan dalam ruangan maupun panorama yang luas. Poin utamanya yaitu, jangan terpaku pada aturan. Dalam fotografi, memotong banyak atau sedikit gambar, baik atau buruk hasilnya kita hanya ingin melihat hasil yang berbeda dan memberi kesan seperti apa. Jadi, teruslah bereksperimen.

KESIMPULAN

Uraian diatas mengenai komposisi fotografi untuk model, bertujuan untuk memberikan anda inspirasi dalam memotret model/subjek, secara lebih dekat atau biasa disebut headshot. Ada banyak hal yang harus diperhatikan, paling utama yaitu ruang disekitar subjek agar foto tidak terkesan menjadi sempit. Untuk mendapatkan hasil foto yang terbaik, anda harus menyusun serta memahami komposisi tersebut agar model yang anda foto terlihat lebih menawan. Kiranya artikel ini dapat bermanfaat bagi anda yang membacanya. Selamat mencoba

🙂
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Artikel Terkait

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Video Terbaru

Loading...

Instagram

lensa terbaik untuk foto landscape

Ikuti Foto.co.id!

Bergabunglah di komunitas fotografi kami, dan belajar fotografi bersama kami!

Terima kasih, silahkan cek inbox anda dan konfirmasi untuk bergabung.

Share This