8 Tips Memotret Paling Keren yang Perlu Anda Ketahui

Kegiatan memotret memang sangat menyenangkan dan tiada habisnya, bagi anda yang memang sangat menyukai kegiatan satu ini. Memotret juga dapat menjadi salah satu keterampilan khusus, jika anda menekuninya dengan giat. Saat memotret, tentunya anda menginginkan hasil terbaik dan akurat. Untuk mendapatkan hasil seperti yang anda inginkan tersebut,  tentunya anda harus memperhatikan banyak hal agar subjek yang anda potret juga dapat ditangkap gambarnya oleh kamera anda dengan fokus. Berikut kami memiliki 8 tips paling keren untuk anda saat memotret, agar gambar yang dapatkan anda menjadi lebih fantastis!

1. Ketahuilah Waktu yang Tepat Untuk Menggunakan Tambahan Pencahayaan

Sistem metering kamera anda memainkan peran penting dalam pengambilan gambar. Sistem ini bekerja untuk mengatur seberapa banyak cahaya harus masuk ke kamera untuk membuat eksposur yang tepat. Ini sangat handal, tapi untuk mewujudkannya bukanlah hal yang mudah. Masalah pada metering kamera anda yaitu mengambil waktu untuk membaca tiap file yang ada, baik dari seluruh frame atau hanya bagian dari metering itu sendiri, bergantung pada mode metering yang ada dan bacaan ini bermaksud untuk menjadi penyelaras atau dengan kata lain, setengah antara putih dan hitam, hal ini sering terjadi dengan munculnya asumsi ini benar atau tidak, tapi sistem metering dapat diandalkan ketika frame didominasi oleh area yang kelebihan cahaya atau pun gelap.

Saat memotret gambar, banyaknya cahaya yang masuk dapat dengan mudah di siasati oleh kamera menjadi potret yang minim pencahayaan. Anda dapat melihat hal ini lebih jelas saat pengambilan gambar foto seluruh wajah atau pada tampilan di dominasi oleh warna putih, foto pasangan pengantin di pesta pernikahan adalah contoh utamanya. Hal ini dapat cepat diperbaiki dengan  menggunakankontrol penambahan cahaya pada kamera anda. Untuk memulai ini, cobalah memulai pada menu dial stop+1 dan berhentilah pada eksposur pencahayaan yang tepat untuk menambahkan cahaya pada wajah subjek anda. Lihatlah kembali hasil foto tersebut dan jika anda merasa harus di tambahkan lagi pencahayaannya, maka tambahkanlah.

2. Pengaturan Aperture (Bukaan Lensa Kamera)

Saat memotret gambar, anda sebaiknya mengatur Aperture yaitu (sekitar f / 2.8-f / 5.6) untuk mendapatkan Depth of Field yang sempit, sehingga latar belakang pada subjek anda mendapatkan efek blur yang pas, membuatnya jadi lebih jelas. Memotret dalam modus Prioritas Aperture yang tepat dapat mengontrol Depth of Field. Dalam modus ini, kamera DSLR anda akan dibantu untuk mengatur Shutter Speed untuk pencahayaan yang tepat. Lensa untuk memotret secara  handal cenderung memiliki kelebaran bukaan lensa pada Aperture sekitar (f/1.4 hingga f/2.8) untuk menghasilkan efek blur pada latar belakang lebih lanjut.

3. Pengaturan “Shutter Speed’

Ketika mengatur Shutter Speed, faktor Focal Length pada lensa anda mempengaruhi guncangan pada kamera (dan efek Blur) ini akan menjadi masalah. Aturan secara umum, pastikan pengaturan Shutter Speed anda lebih tinggi dari jarak Focal Length Anda. Misalnya, pada jarak 200mm anda sebaiknya menggunakan Shutter Speed pada 1/250 detik atau diatasnya. Ini juga berarti anda dapat menggunakan Shutter Speed lebih lambat bila menggunakan lensa wide-angle, misalnya 1/20 detik dengan focal length 18mm. Meskipun tidak akan membantu jika subyek berpindah dengan cepat, jangan lupa untuk menggunakan sistem anti-shake pada kamera anda. Sementara beberapa sistem kamera memiliki built-in di sekitar sensor, sistem pada kamera kebanyakan terdapat pada lensa, manfaatnya yaitu anda dapat membidik efek pada viewfinder. Tapi tidak semua lensa memiliki kemampuan ini, tetapi jika lensa anda bisa, gunakanlah. Anda dapat mengontrol pemotretan pada Shutter Speed yang lebih rendah, daripada anda melakukannya pada kecepatan normal dan dengan cara ini anda akan tetap mendapatkan hasil bidikan yang tajam.

4. Tingkatkan ISO Anda

Orang bergerak banyak karena mereka difoto, belum lagi berkedip dan terus-menerus mengubah ekspresi wajah mereka dan tidak ada yang lebih buruk daripada foto seseorang setengah berkedip atau mata tertutup bukannya tersenyum, untuk menghindari masalah ini dan untuk mencegah efek blur berlebihan muncul, anda harus menggunakan Shutter Speed yang lebih cepat. Ini juga akan membantu untuk memastikan hasil bidikan lebih jelas dan menghindari guncangan pada kamera yang sering terjadi, sehingga anda dapat mengontrol pemotretan dalam genggaman anda.

Saat menggunakan modus Aperture Priority dan anda tetap ingin menggunakan aperture terlebar, tingkatkanlah kecepatan shutter speed anda dan ISO pada ISO 100 hingga ISO 400. Pada kondisi minim cahaya, didalam maupun luar ruangan anda perlu meningkatkan ISO  sekitar 1,600, 3,200 atau 6,400. Sedikit grain dalam foto anda mungkin akan nampak, tapi itu lebih baik daripada efek blur yang membuat foto menjadi terkesan kabur.

5. Pemilihan Lensa

Pemilihan lensa memiliki dampak besar untuk hasil foto anda. Untuk potret dengan dampak visual, menggunakan lensa wide-angle adalah suatu keharusan. Memotret pada posisi low angle akan membuat subjek anda lebih tinggi daripada yang sebenarnya. Ini adalah teknik yang bagus untuk mensiasati mata dan mengubah sudut pandang pada objek dan orang. Namun, jangan teralu sering menggunakan cara ini, karena akan berdampak munculnya beberapa distorsi di foto anda, yang dapat menghilangkan keindahan foto anda! Agar anda mendapatkan hasil foto lebih dramatis saat menggunakan sudut wide-angle, cukup miringkan saja kamera tersebut pada satu angle.

Ketika menggunakan lensa tele-foto medium berukuran 85mm atau 105mm, model masih menjadi subjek utama dalam tampilan, tapi latar belakang memainkan bagian penting pada gambar, langkah-langkah dalam pemotretan akan muncul pada fokus dan bertindak sebagai Point of Interest. Perhatikanlah apa yang ada pada latar belakang foto. Sebuah lensa tele berukuran 70-200 mm f/2.8 adalah salah satu alat terbaik untuk menghasilkan potret yang menakjubkan. Memungkinkan anda untuk memperbesar lebih dekat dan lebih fokus pada subjek anda. Anda kemudian dapat mengurangi jumlah gangguan pembiasan cahaya di bagian latar belakang maupun latar depan pada tampilan.

6. Menyatulah Dengan Subjek Anda dan Libatkan Mereka Dalam Proses Pemotretan

Seperti yang dipaparkan dalam kutipan di atas, resep untuk hasil potret yang baik tak hanya sekedar foto dan segala perlengkapan untuk pencahayaan. Dimulai dengan fotografer membuat upaya yang berbeda untuk berhubungan dengan subjek sehingga mereka nyaman dalam proses pembuatan gambar. Hal ini meliputi: penelitian sebelumnya pada subjek yang akan dipotret dan segala kepentingan di dalamnya, suatu cara mengakrabkan diri dengan mereka secara emosional dan membawanya untuk memulai obrolan, faktor lingkungan tertentu, seperti memutar musik favorit mereka saat di studio untuk membuat mereka merasa lebih santai selama pemotretan.

Ketika melakukan riset online, perhatikan secara dekat sisi lain dari subjek yang anda temukan dan tanyakan pada diri sendiri apa yang dapat anda lakukan untuk memperbaiki gambar yang telah anda potret. Jika ada waktu untuk anda berdua untuk berbincang diawal, beberapa pertanyaan terarah tentang rincian, seperti warna favorit subjek anda atau artikel mengenai pakaian yang disukai, juga untuk angle pada wajah, pose atau bahkan gaya jadul yang mereka sukai serta apakah hasil potret anda memiliki tujuan tertentu atau anda ingin menyebarluaskannya, anda harus bisa mencocokkannya lebih jauh untuk membuat mereka puas dengan hasilnya.

7. Perhatikan Kaitan Antara Pencahayaan dan Lingkungan Sekitar Anda

Jika anda akan mengambil gambar diluar menggunakan cahaya alami, pertimbangkan waktu dan arah matahari dalam kaitannya dengan bagaimana dan di mana anda ingin subjek anda berpose. Pagi dan sore hari adalah waktu terbaik untuk memotret dengan pencahayaan alami, namun anda mungkin ingin menghindari mengambil gambar pada tengah hari, ketika sinar matahari dan bayangan yang paling kontras. Jangan lupa bahwa cuaca mendung juga dapat memberikan kesempatan yang baik untuk potret dengan bayangan lebih lembut dan pencahayaan yang tetap konsisten dalam jangka waktu yang lama.

Idealnya, subjek anda harus menghadap matahari atau pada sudut miring dengan cahaya yang cukup agar wajah nampak terang untuk mendefinisikan fitur dan meminimalkan bayangan yang tidak menarik. Saat membuat sebuah potret, yang terpenting yaitu untuk memperhatikan bayangan yang bisa saja muncul dalam tampilan dan periksa komposisi anda untuk hal-hal seperti latar belakang yang dapat mengganggu. Meskipun anda dapat dengan mudah untuk mengabaikan bentuk fokus geometris cahaya lembut, pada layar LCD kamera anda atau ketika mengintip melalui jendela bidik/viewfinder, tetapi hal tersebut dapat menciptakan gangguan yang tidak diinginkan dalam gambar dan mengalihkan perhatian dari para penyimak foto anda.

8. Buatlah Jadi Sederhana

Semakin penuh tampilan dalam gambar anda, semakin sulit anda mendapatkan hasil potret dengan pencahayaan yang baik. Buatlah latar depan dan belakang dalam gambar anda menjadi  se-rapi mungkin, agar tidak terkesan penuh dan berantakan. Memotretlah dengan menggunakan cahaya alami yang bisa anda peroleh, jika anda harus memotret dengan menggunakan cahaya buatan, buatlah jadi se-sederhana mungkin serta anda dapat menggunakan beberapa cahaya buatan secara kreatif.

Kesimpulan

Kegiatan memotret bukan hanya sekedar menjepret gambar begitu saja, bagi anda yang ingin mendapatkan hasil dan kualitas foto terbaik, tentunya anda harus memahami kiat-kiat untuk mendapatkan hasil yang anda inginkan tersebut. Pengaturan pada kamera anda menjadi poin utama untuk mendapatkan hasil foto terbaik, berikutnya yaitu hubungan antara subjek dan pencahayaan disekitar lokasi/tempat pemotretan. Jika anda sudah dapat memahami serta menjalankan segala kiat tersebut, pastinya anda akan menyadari bahwa hasil foto anda lebih fantastis dari sebelumnya. Selamat mencoba 🙂

Referensi:

http://www.techradar.com/how-to/photography-video-capture/cameras/14-portrait-photography-tips-you-ll-never-want-to-forget-1320776

https://www.bhphotovideo.com/explora/photography/tips-and-solutions/seven-tips-every-beginning-portrait-photographer-should-know

http://digital-photography-school.com/10-ways-to-take-stunning-portraits/

Scroll to Top