Select Page

Sejarah Kamera Dari Masa Ke Masa | 8 Fase Yang Anda Wajib Tahu!

Hasil gambar untuk SEJARAH KAMERA DARI MASA KE MASA

Saat ini, hampir setiap orang memiliki kamera. Entah kamera DSLR, kamera mirrorless, kamera saku, kamera video, kamera polaroid hingga kamera pada ponsel, hape atau smartphone mereka. Anda juga punya khan? 🙂

Di zaman yang serba digital dan canggih seperti sekarang ini, kamera mengalami perkembangan yang begitu pesat, dramatis dan sangat cepat sehingga berkat perkembangan teknologi dalam dunia digital sekarang ini khususnya kamera, banyak kemudahan yang kita rasakan.

Sekarang di era yang segala sesuatu serba digital termasuk kamera, hampir semua orang memiliki kamera digital. Termasuk kamera yang ada di hape atau ponsel anda.

Jika anda pencinta fotografi, mungkin anda akan menggunakan kamera setiap harinya. Entah itu untuk memotret kejadian sehari-hari, pemandangan, ataupun momen – momen khusus nan penting misalnya acara perlombaan, perayaan ulang tahun, pernikahan dan momen – momen penting lainnya.

Tahukah anda, kamera yang kini sudah sedemikian canggihnya ternyata memiliki sejarah yang sangat panjang loh. Anda ingin tahu? Penasaran? Hehehe 🙂 Tenang…. dalam tulisan kali ini kami (foto.co.id) akan mengulas secara lengkap sejarah dan perkembangan kamera fotografi dari masa ke masa.

Oke, anda siap? mari kita simak bersama-sama.

SEJARAH KAMERA DARI MASA KE MASA

  1. Kamera Obscura

Menurut sejarah, kamera pertama kalinya ditemukan pada sekitar tahun 1000 Masehi oleh ilmuwan muslim legendaris yang bernama Al-Haitam atau Alhazen. Pada jaman itu, kamera disebut dengan nama kamera obscura yang berarti kamar gelap.

Kamera ini dikembangkan dengan konsep lubang kecil di kotak gelap yang disinari cahaya yang kemudian mampu menghasilkan gambar. Sebelum dipopulerkan oleh Al-Haitam atau Alhazen, pada zaman sebelum Masehi tercatat bahwa konsep ini telah ditemukan oleh seorang filsuf yang bernama Mozi pada zaman sebelum Masehi.

Baru pada abad ke-11, Al-Haitam atau Alhazen menulis sebuah buku yang terkenal yang berjudul “Kitab Al-Manazir” mengenai optik termasuk percobaannya meneruskan cahaya ke lubang kecil ke ruangan gelap.

Untuk membuktikan teori-teori dalam bukunya itu, sang fisikawan Muslim ini lalu menyusun Al Bayt – Al Muzlim atau lebih dikenal dengan nama kamera obscura atau kamar gelap.

Buku karangan Al-Haitam atau Alhazen ini kemudian dipelajari oleh ilmuwan Barat seperti Joseph Kepler (1571-16360 M). Joseph Kepler lalu meningkatkan fungsi kamera itu dengan menggunakan lensa negatif di belakang lensa positif, sehingga dapat memperbesar proyeksi gambar, sebuah prinsip yang digunakan dalam dunia lensa foto jarak jauh modern.

Setelah itu, Robert Boyle (1627-1691 M), mulai menyusun kamera yang berbentuk kecil, tanpa kabel. Jenisnya kotak kamera obscura pada 1665 M. 900 tahun kemudian, berangkat dari penemuan Al-Haitam atau Alhazen, pelat – pelat foto pertama kali digunakan secara permanen untuk menangkap gambar yang dihasilkan oleh kamera obscura.

 

  1. Kamera Daguerreotypes dan Calotypes

Hampir 900 tahun setelah ditemukannya kamera obscura, pada tahun 1937, Joseph Nicephore Niepce yang berkebangsaan Prancis menemukan konsep fotografi yang praktis, yang kemudian dinamakan sebagai Daguerreotypes.

Di dalam sebuah kotak kecil dalam lubang cahaya ia menambahkan pelat tembaga dan perak yang ditambahkan dengan uap yodium sehingga kamera generasi ini lebih sensitif terhadap cahaya.

Setelah dilakukan exposure pada kamera, gambar kemudian terbentuk melalui uap merkuri dan larutan natrium klorida. Joseph Nicephore Niepce berkerjasama dengan partnernya Louis Daguerre yang menemukan kamera ini, kemudian mematenkan penemuannya dengan memberi nama kameranya dengan nama mereka sendiri.

Setelah muncul Daguerreotypes, Henry Fox Talbot menyempurnakan proses terbentuknya gambar dan berhasil menjual Calotype pada sekitar tahun 1840-an.

Hasil gambar untuk Kamera Dry Plates (Pelat Kering)

  1. Kamera Dry Plates (Plat Kering)

Kamera plat kering mulai digunakan orang semenjak tahun 1857. Kamera yang satu ini merupakan buah karya dari Desire van Monckoven. Empat belas tahun kemudian, kamera plat kering ini dimodifikasi oleh Richard Leach Maddox yang berhasil menciptakan kamera plat basah yang memiliki kualitas dan kecepatan yang lebih baik dalam hal pengambilan gambar.

Perjalanan kamera Collidion terus bergulir hingga pada tahun 1878 saat ditemukannya emulsi gelatin yang mampu meningkatkan sensitifitas kamera, sehingga kamera bisa mengambil gambar secara lebih spontan.

Saat – saat itulah dimana tripod dan alat bantu kamera lainnya tidak terlalu dibutuhkan untuk mengambil gambar. Sebuah kamera berukuran kecil yang memiliki berat yang sedang dan bisa dipegang dengan tangan kosong mulai tercipta.

Hasil gambar untuk Kamera Kodak dan Kamera Film

  1. Kamera Kodak dan Kamera Film

Anda yang lahir di tahun 80-an atau 90-an pasti pernah mengenal atau melihat kamera yang menggunakan roll film didalamnya yang kemudian bisa dicetak menjadi sebuah foto, bukan? Yah, kamera Kodak namanya.

Sebenarnya, pengembangan kamera ini sudah dimulai satu abad sebelumnya, yaitu semenjak tahun 1885 oleh George Eastman yang memulai produksi film kamera, yang kemudian berkembang lagi menjadi seluloid pada tahun 1888-1889.

Kamera film tersebut ia namakan Kodak yang kemudian mulai diperkenalkan kepada publik dan masyarakat sejak tahun 1888. Kamera ini lebih canggih lagi dari sebelumnya, karena hanya terdiri dari satu buah lensa focus dan satu shutter speed.

Sampai akhirnya, di akhir abad ke-19 Eastman telah berhasil membuat berbagai model kamera film, termasuk kamera berbentuk kotak dan kamera lipat.

Meski kamera Kodak ini berhasil membuat fotografi menjadi semakin terjangkau bagi banyak kalangan, kamera pelat masih banyak digunakan orang kala itu karena kualitasnya yang lebih baik.

Untuk bersaing dengan kamera roll, kamera pelat jaman itu dilengkapi dengan majalah untuk menahan beberapa pelat sekaligus.

Hasil gambar untuk Compact Camera dan Canon

  1. Compact Camera dan Canon

Sejarah kamera dilanjutkan dengan hadirnya kamera compact yang diteliti oleh Oskar Barnack di Leitz. Barnack menggunakan film 35 mm untuk membuat kamera yang dapat menghasilkan pembesaran gambar dengan kualitas sangat baik.

Akhirnya, pada tahun 1913, terbentuklah prototype Ur-Leica, kamera 35 mm yang tertunda pengembangannya karena adanya perang dunia pertama.

Setelah beberapa kali mengalami pengembangan fitur, kamera Ur-Leica mulai dijual luas ke publik pada tahun 1923. Konsumen pengguna kamera tersebut merasa sangat puas dan menyambut baik inovasi kamera yang satu ini.

Dari sinilah kemudian muncul perusahaan pembuat kamera saingan Ur-Leica, yaitu kamera Canon yang perusahaannya berpusat di Jepang. Canon juga membuat kamera dengan film cine 35 mm yang kemudian bersaing ketat dengan Ur-Leica.

Kamera yang dibuat di negara matahari terbit itu kemudian menjadi sangat populer setelah berakhirnya perang Korea yang membuat veteran Jepang banyak membawa kamera ini ke Amerika Serikat.

Tentunya hingga kini Canon terus berinovasi memproduksi berbagai jenis kamera canggih lainnya, sehingga sampai saat ini pun bisnisnya masih berjalan dengan lancar dan terus berkembang.

Hasil gambar untuk Kamera TLR dan SLR

  1. Kamera TLR dan SLR

TLR merupakan akronim atau singkatan dari twin lens reflex, sementara SLR merupakan singkatan dari single lens reflex. Kamera TLR ini mulai dibuat oleh Franked dan Heidecke Rolleiflex pada tahun 1928.

Kamera TLR ini sempat bertahan selama beberapa dekade dan cukup populer kala itu, sebelum diciptakannya kamera SLR.

Sementara kamera SLR sebagai pengembangan lebih lanjut dari TLR mulai diproduksi semenjak tahun 1933 yang diperkenalkan oleh Ihagee Exacta, kamera SLR kompak pertama kali menggunakan 127 roll film.

Hal ini diikuti 3 tahun kemudian oleh penemu Barat dengan menggunakan kamera SLR film 35 mm jenis Kine Exacta. Secara umum, kamera TLR dilengkapi dengan 2 lensa objektif dengan panjang focal yang sama.

Satu lensa berfungsi untuk tujuan mengambil gambar, sementara lensa yang lain berguna untuk menangkap bayangan yang telah masuk ke lensa pertama. Sementara pada SLR, hanya terdapat satu lensa saja yang sudah dikombinasikan dengan sensor gambar digital.

Kamera SLR dipopulerkan oleh perusahaan Jepang yang bernama Asahi Optical, yang pertama kali meluncurkan kamera SLR 35 mm yang dinamakan Asahiflex. Pada tahun 1950-an, beberapa pembuat kamera dari Jepang lainnya mulai memasuki pasar kamera SLR, termasuk Canon, Yashica dan Nikon.

Nikon memasuki pasar kamera SLR dengan nama Nikon F dengan kualitas hasil potret yang sangat baik yang menjadikannya begitu populer kala itu.

Seri F bersama dengan seri sebelumnya yakni seri S dari kamera SLR tersebut membuat reputasi Nikon sebagai pembuat peralatan kamera professional berkualitas semakin melejit.

Hasil gambar untuk Kamera Analog

  1. Kamera Analog

Kamera analog mulai muncul pada tahun 1981 dari Sony Mavica singkatan dari Magnetic Video Camera. Ini adalah kamera analog pertama yang mencatat sinyal piksel terus menerus sebagai mesin rekaman video.

Kamera elektronik analog selanjutnya yang muncul di tahun 1986 bernama Canon RC-701. Canon pertama kali menjadi produsen kamera yang mampu memotret perlombaan di event olahraga akbar, Olimpiade 1984, yang juga memiliki andil dalam mencetak foto Yomiuri Shinbun, dalam surat kabar Jepang.

Di Amerika Serikat, Canon RC-701 menjadi kamera pertama yang digunakan dalam publikasi di Amerika Serikat khususnya untuk reportase live dalam USA Today, untuk pertandingan Baseball World Series kala itu.

Satu hal yang sangat disayangkan adalah bahwa ternyata kamera analog kurang mendapat respon baik karena beberapa faktor seperti biaya kamera yang mahal (hingga US $ 20.000), kualitas gambar yang buruk dibandingkan dengan kualitas kamera film dan kurangnya printer terjangkau yang berkualitas saat itu.

Kamera elektronik analog pertama yang dipasarkan ke konsumen adalah Canon RC-250 Xapshot pada tahun 1988. Sebuah kamera analog terkenal yang diproduksi pada tahun yang sama adalah Nikon QV-1000C yang dirancang sebagai kamera untuk pers dan tidak ditawarkan untuk dijual bebas ke publik.

Yang dijual ke pers pun hanya beberapa ratus unit saja. Dapat merekam dalam skala putih abu – abu dan mampu di cetak dalam surat kabar yang sama percis dengan kualitas film. Tampilan kamera saat itu sudah menyerupai dengan kamera digital single lens reflex (DSLR) kamera modern. Gambar yang ada juga sudah bisa disimpan dalam format disket video atau Video Disc.

Namun seiring perjalanan dan perkembangan jaman, kamera analog kurang mendapat respons dan antusias yang positif dari masyarakat karena biaya penggunaannya yang sangat mahal dengan kualitas gambar yang kurang baik jika dibandingkan dengan kamera lain pada umumnya.

Sekarang ini, aplikasi kamera analog banyak dipakai untuk kamera CCTV.

 Hasil gambar untuk Kamera Digital

  1. Kamera Digital

Kamera digital berbeda dari jenis kamera pendahulunya yaitu kamera analog terutama karena kamera digital tidak menggunakan roll film, tapi mampu menangkap dan menyimpan foto atau video pada kartu memori digital atau penyimpanan eksternal dengan sangat baik dengan resolusi yang lebih tajam.

Kamera digital kini termasuk kamera yang anda pakai pada ponsel sekarang ini adalah kamera yang telah melalui perjalanan panjang dan melelahkan J kamera digital sekarang punya kemampuan yang semakin kompleks dan canggih.

Termasuk kemampuan komunikasi nirkabel seperti Bluetooth, Wifi, Infra Red dan seterusnya yang sangat berguna untuk mentransfer data, mencetak dan berbagi foto, video, file dan lain-lain.

Tapi tahukah anda, kamera digital pertama kali dikembangkan oleh perusahaan Jepang yang bernama Fuji DS-1P pada tahun 1988 yang menggunakan memori sebesar 16 MB untuk menyimpan data foto-foto yang diambil.

Kamera digital pertama yang dipasarkan secara komersiil mulai dijual pada bulan Desember 1989 di Jepang oleh perusahaan yang bernama Fuji. Sedangkan kamera digital pertama yang tersedia di Amerika adalah 1990 Dycam Model 1 yang dinilai gagal mendapatkan respons pasar karena beberapa factor seperti biaya kamera yang sangat mahal untuk ukuran kala itu, kamera hanya mampu memproduksi kualitas gambar hitam putih dengan tingkat resolusi yang rendah.

Hingga pada tahun 1992, muncullah LogiTech Fotoman yang hadir dengan kamera yang menggunakan CCD sensor gambar. Gambar yang ada pada kamera tersebut kemudian dapat disimpan secara digital dan terhubung langsung ke komputer untuk di download atau di unduh.

Selanjutnya kamera digital mulai diperkenalkan pada masyarakat luas sejak tahun 1989 oleh Fuji. Pada tahun 1991, dimulailah pemasaran kamera digital Kodak DCS-100 yang beresolusi 1,3 MP dan ditawarkan dengan harga US$ 13.000.

Format foto kamera digital mulai beralih menjadi JPEG dan MPEG yang tidak memakan banyak tempat dan ruang penyimpanan data. Pada tahun 1995, kamera digital dengan kristal cair di bagian belakang lensa mulai dikembangkan oleh Hiroyuri Suetaka dengan nama kamera Casio QV-10.

Kemudian pada tahun 1996, kamera digital pertama yang dirilis ke pasar konsumen adalah Kodak DC-25 yang menggunakan teknologi CompactFlash.

Kamera DSLR mulai ditemukan pada tahun 1999 awal dengan peluncuran Nikon D1 yang berhasil menekan biaya produksi kamera hingga US$ 6000 saja.

Jenis kamera ini mampu menghasilkan gambar yang sangat baik dan beresolusi tinggi untuk ukuran kala itu yaitu 2,74 MP.

Semenjak tahun 2010 hingga sekarang, kamera digital terus berevolusi bahkan ber-revolusi berlomba-lomba memberikan teknologi yang semakin hari semakin canggih dan mutakhir yang sangat memudahkan kita dalam mengabadikan setiap momen berharga nan indah dalam hidup kita lewat foto dan video yang tajam dan jernih.

Untuk kamera DSLR sendiri, hingga kini pun masih banyak digunakan oleh para fotografer baik yang pro maupun yang masih pemula dengan berbagai macam lensa yang bisa diganti-ganti.

Selain itu, secara umum, harga kamera DSLR kini sudah tidak semahal dulu, meskipun sekarang kamera mirrorless sebagai alternatif lain selain kamera DSLR semakin hari semakin digemari dan digandrungi fotografer dan pecinta fotografi.

Demikian, sejarah panjang kamera dari kamera obscura hingga kamera digital seperti yang kita miliki sekarang ini. Bagaimana pendapat anda? Sampaikan di kolom komentar yah 🙂

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Belajar Fotografi di Youtube kami!

Loading...