Select Page

4 Tips Foto HDR Yang Pantas Dicoba

Pernahkah anda mengambil foto HDR? Seberapa baikkah anda dalam mengambil foto HDR? Sudahkah anda menciptakan foto HDR yang keren? Seberapa kenalkah anda dengan foto HDR? Jika anda masih pemula dan belum tahu banyak tentang foto HDR, maka berikut ini adalah beberapa tips sederhana yang bisa anda coba lakukan untuk menghasilkan foto HDR yang keren dan menakjubkan.

Foto high dynamic range atau yang biasa disebut HDR adalah teknik foto dengan menggabungkan beberapa foto yang memiliki pencahayaan berbeda sehingga menghasilkan gambar dengan jangkauan jarak dinamis yang lebih luas mulai dari area tergelap hingga yang paling terang dalam sebuah foto. Ciri khas yang melekat pada foto yang diolah dengan teknik ini adalah efeknya yang dramatis serta rincian foto akan meningkat.

Dalam menciptakan foto HDR, memang membutuhkan beberapa foto dengan nilai aperture dan ISO yang sama, hanya nilai shutter speed yang perlu diubah pada setiap foto, agar kedalaman bidikan dan kebisingan yang terjadi, dapat tetap terjaga dengan baik. Kemudian, hasil foto diperiksa dengan perangkat lunak pengolahan foto yang telah dipilih. Ada beberapa program yang bisa digunakan untuk memproses foto HDR seperti Soft Photomatix Pro atau Efex Pro.

Tidak semua foto akan bagus hasilnya jika diolah menggunakan teknik HDR. Untuk mendapatkan hasil yang dramatis pilihlah obyek dengan perbedaan gelap terang yang mencolok. HDR juga akan menaikkan detail tekstur dalam sebuah foto, oleh karena itu foto yang mengandung beberapa unsur seperti tanah, langit berawan, dan batu akan menghasilkan efek yang cukup dramatis.

1. Gunakanlah Tripod

Penggunaan tripod bukan hanya mengizinkan anda untuk memantapkan posisi kamera anda agar tidak mengalami getaran yang berlebihan saat sedang mengambil gambar, tetapi juga untuk menangkap rentang dinamic secara keseluruhan tentang peristiwa atau kejadian yang anda perlukan untuk memperoleh pencahayaan yang lebih dengan kamera anda dan hal-hal penting lainnya yang berhubungan dengan pemotretan anda. Tripod yang anda gunakan akan memastikan bahwa gambar yang anda ambil identik dengan yang sebelumnya, dengan pengecualian melakukan pencahayaan beberapa kali

Goyangan atau getaran terhadap kamera merupakan suatu hal yang sangat menggangu untuk setiap fotografer, karena hal ini akan memberikan efek yang kurang bagus kepada hasil foto anda. Untuk itu, berikut ini adalah beberapa cara untuk menghindari terjadinya goyangan/getaran pada kamera anda. Pertama, anda perlu belajar bagaimana cara memegang kamera anda dengan benar: Gunakan kedua tangan, yang satu di sekitar tubuh dan yang satu lagi di sekitar lensa, kemudian peganglah kamera anda dekat dengan tubuh anda. Kedua, pastikan bahwa anda menggunakan shutter speed yang cocok dengan lensa fokus anda. Jadi jika anda menggunakan lensa 100mm, maka posisi shutter speed anda janganlah lebih rendah dari 1/100 detik.

Gunakanlah tripod selama anda melakukan pemotretan. Menggunakan tripod selama pemotretan baik itu siang dan malam hari kelihatan merupakan jawaban yang jelas dan simpel terhadap pertanyaan apa yang perlu dibawa saat hendak keluar mengambil gambar. Membawa tripod saat pemotretan dapat menolong anda menghasilkan foto-foto yang terlihat sangat alami. Saat kamera anda diletakan pada tripod, maka kamera anda tidak akan bergerak saat sedang mengambil gambar. Anda bisa mengaktifkan tombol shutter selama yang anda inginkan, dan mengumpulkan cahaya alami sebanyak mungkin seperti yang anda butuhkan untuk memberikan pandangan yang jelas mengenai pencahayaan yang indah dan bagus.

2.  Waktu

Cari tahu kapan waktu yang tepat untuk mengambil gambar HDR. Jika anda mengambil gambar HDR, pastikanlah bahwa cahaya yang tersedia di lokasi tempat anda melakukan pemotretan dalam jumlah yang besar atau cukup untuk menerangi situasi yang ada di sekitar anda. Dengan adanya cahaya yang cukup atau dalam jumlah yang besar, maka anda dapat membuat dan mencipatakan foto HDR yang keren dan manakjubkan. Tapi jika anda memotret adegan dimana pencahayaan yang ada kurang bagus, maka adalah lebih bagus untuk mengurungkan niat anda dalam membuat foto HDR, karena foto HDR akan terlihat lebih bagus bila cahaya yang ada relatif besar. Memang setiap kamera dilengkapi dengan pencahayaannya masing-masing, tapi seberapa bagus pencahayaan yang dihasilkan oleh kamera anda tidaklah lebih baik jika dibandingkan dengan cahaya langsung itu sendiri yang bisa diperoleh di luar kamera anda. Saat yang bagus dan tepat untuk melakukan foto HDR adalah selama matahari terbit atau terbenam, terutama ketika anda memotret dengan mengarahkan kamera anda ke matahari.

3. Perhatikan Pengaturan Kamera

Shutter Speed. Pastikan anda mengatur shutter speed anda dengan baik saat mulai melakukan pemotretan, karena panjang jarak fokus anda akan menjadi masalah jika mengalami getaran atau goyangan sehingga memberikan efek yang kurang bagus buat foto anda. Untuk mengatasi hal ini, pastikan shutter speed anda lebih tinggi dari panjang jarak fokus anda. Misalnya, jika panjang jarak fokus anda 200 mm maka aturlah shutter speed anda pada posisi 1/250 detik atau lebih cepat. Hal ini juga berarti anda dapat mengambil gambar dengan mengatur shutter speed anda pada posisi yang lambat ketika hendak mengambil gambar pada area yang lebih luas seperti 1/20 detik dengan panjang fokus 18 mm.

Meskipun hal ini tidak akan cukup membantu jika subjek anda bergerak terlalu cepat, tapi jangan lupa untuk menggunakan sistem anti-shake (tahan goyangan) pada kamera anda. Meskipun tidak setiap lensa akan menampilkan teknologi ini, tetapi jika anda memilikinya – maka gunakanlah.

ISO (International Standard Organization). ISO adalah ukuran kepekaan sensor digital terhadap cahaya. Banyak orang sering bergerak ketika hendak difoto, belum lagi ditambah dengan membuka tutup mata mereka (berkedip-kedip) dan terus-menerus mengubah ekspresi wajah mereka – dan tidak ada foto yang lebih buruk dari pada foto seseorang dengan mata yang sedang berkedip-kedip gantinya tersenyum. Untuk menghindari masalah ini, dan untuk mencegah motion blur muncul, maka anda perlu mengatur shutter speed pada posisi yang cepat. Hal ini juga akan membantu untuk memastikan ketajaman dari foto anda serta menghindari gangguan yang dapat terjadi pada kamera anda seperti getaran atau goyangan pada saat pemotretan. Dalam jumlah cahaya yang rendah, maka anda perlu untuk meningkatkan ISO anda ke 1,600, 3.200 atau bahkan 6.400, untuk menghindari hasil yang kurang bagus.

4. Ambil Gambar di Raw

Raw adalah jenis format file kamera yang hampir sama seperti jpeg. Tapi format file yang dihasilkan tidaklah diperkecil (compressed) sehingga ukurannya jauh lebih besar dari jpeg. Itulah sebabnya penting untuk memperhatikan kapasitas memori card kamera anda saat mengambil gambar di raw. Sekalipun besar, aturlah kamera digital anda untuk mengambil gambar di RAW, karena hal itu sangat berguna khususnya bagi para pemula SLR fotografi. Jika pengaturan gaya untuk foto anda salah saat sedang mengambil gambar atau pengaturan kamera untuk white balance tidak sesuai, maka anda dapat mengubahnya nanti dengan menggunakan editor RAW yang ada pada komputer anda. Akan ada waktu juga dimana anda hanya mendapatkan satu kesempatan untuk mengambil foto. Misalnya, burung tidak akan terbang kembali ke masa lalu dimana anda sedang mengatur kamera white balance anda sehingga menyebabkan anda kehilangan kesempatan untuk mengambil gambar tersebut.

Jika anda belum menggunakan format raw untuk pemotretan, makan mulailah untuk menggunakannya sekarang. Memang pada awalnya agak sedikit kaku, tapi bertahanlah. Dengan melakukan hal tersebut anda akan dihargai dengan gambar yang lebih kaya dan penuh warna, karena anda memiliki kontrol yang lebih pada saat pengolahan (pemeriksaan pasca pemotretan). Cobalah beberapa konverter RAW yang berbeda sampai anda menemukan yang cocok untuk anda. Anda biasanya bisa mendapatkannya lewat uji coba gratis berbagai perangkat lunak. Jika harus memilih, maka pilihlah adobe lightroom untuk converter raw anda. Dengan adobe lightroom, anda dapat mengolah gambar anda dengan keinginan anda. Jadi, gunakanlah format raw setiap kali anda hendak mengambil gambar.

Kiranya artikel ini bisa bermanfaat dan memberikan beberapa pengetahuan sehubungan dengan foto HDR. Selamat mencoba …

Referensi

5 Tips for Successful HDR Photos

10 Photography Tips For Beginners: how to Improve Your HDR Photography

 

 

 

Artikel Terkait

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Video Terbaru

Loading...

Instagram

lensa terbaik untuk foto landscape

Ikuti Foto.co.id!

Bergabunglah di komunitas fotografi kami, dan belajar fotografi bersama kami!

Terima kasih, silahkan cek inbox anda dan konfirmasi untuk bergabung.

Share This