Select Page

9 Teknik Khusus Untuk Memotret Di Alam Terbuka

9 Teknik Khusus Untuk Memotret Di Alam Terbuka

Indonesia memiliki banyak pemandangan alam yang menarik dan menakjubkan untuk dilewatkan begitu saja. Itulah sebabnya, banyak turis gemar untuk jalan-jalan ke Indonesia demi mengabadikan setiap keindahan alam yang nampak pada pandangan mereka. Pada dasarnya, mengambil gambar di alam yang terbuka memberikan kesempatan bagi seorang fotografer untuk memperoleh akses yang tak terbatas dalam fotografi. Disamping itu juga, mengambil gambar di alam yang terbuka memberikan kesulitan tersendiri bagi setiap orang. Misalnya, anda sedang liburan kesuatu tempat dan ternyata anda ingin memotret suatu subjek yang menarik perhatian anda, tapi ternyata berada diatas standard yang diizinkan bagi para turis untuk memotretnya. Maka ketika anda melakukannya, anda mungkin akan merasa tegang ataupun takut karena bisa saja diketahui oleh penjaga tempat itu.

Memang pada umumnya, memotret pada alam yang terbuka adalah cara yang sempurna untuk memperoleh gambar-gambar yang unik dan penuh dengan daya tarik. Namun, tidak selamanya hasil yang diperoleh selama pemotretan di alam terbuka bagus karena pada dasarnya alam terbuka memiliki kesulitannya sendiri. Misalnya, mengambil foto dari berbagai macam tingkatan manusia dapat memberikan citra yang kuat untuk waktu yang lama. Itulah sebabnya, mengetahui apa yang harus dilakukan, kapan harus dilakukan, dan seberapa cepat harus dilakukan, dapat memberikan perbedaan yang besar antara foto yang sukses dan yang tidak atau gagal total.

Pilihan ada ditangan anda, karena itu berpikirlah dengan bijak. Nah, tanpa harus panjang lebar lagi, maka berikut ini adalah 9 teknik khusus untuk memotret di alam terbuka yang bisa kami (foto.co.id) sediakan buat anda pecinta fotografi.

1.  Lokasi yang mendukung

 

Periksalah lokasi yang hendak anda jadikan tempat pemotretan sesering mungkin. Sekalipun tidak selamanya, tapi setiap kali ada kesempatan maka anda harus melakukannya. Bawalah kamera anda, ambil beberapa gambar, dan perhatikan apakah hal-hal yang ada disekeliling tempat itu cocok dengan subjek anda atau tidak. Dan juga perhatikan waktu saat anda hendak melakukan pemotretan. Karena pagi hari tampak berbeda dengan siang hari, yang mana juga sangat berbeda dengan sore hari perihal cahayanya, penempatan banyangan gelapnya, dan kehangatan lokasinya.

Salah satu hal yang menarik tentang mengambil gambar di alam yang terbuka adalah anda dapat mengambil gambar apa saja sesuai dengan keinginan anda. Misalnya anda ingin mengambil gambar tentang taman, pantai, dan tempat-tempat lainnya yang anda sukai. Anda tinggal pergi ke tempat-tempat tersebut.

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

2.  Perhatikan cahaya yang tersedia

Pentingnya cahaya dalam pemotretan tidak bisa lagi disepelekan, karena cahayalah yang memberikan tampilan yang hidup pada setiap foto. Tidak selamanya anda dapat memilih jenis cahaya yang anda inginkan, tapi anda dapat mempersiapkan segala kemungkinan yang ada untuk membuat cahaya yang ada di lokasi pemotretan tertuju pada posisi yang tepat dan benar sesuai dengan keinginan anda.

Salah satu aspek yang penting dari cahaya itu sendiri adalah kualitasnya. Kualitas cahaya memiliki efek yang penting terhadap gambar anda. Itulah sebabnya penting untuk memilih latar belakang putih yang seimbang agar cahaya dapat dipantulkan dengan baik sebisa mungkin. Menentukan arah dari cahaya dan apakah latarnya sudah cocok dengan subjek adalah penting. Pada umumnya, jika subjek nampak terang dan bercahaya, sangat bagus untuk menggunakan latar belakang yang gelap, tapi jika sebaliknya, maka latar belakang dengan pencahayaan yang sedikit akan sangat bernilai. Karena itu, jadilah bijak dalam mengatur pencahayaan anda.

Pencahayaan di alam yang terbuka selalu berubah-ubah, karena matahari selalu bergerak dan kadang-kadang ada awan, dan juga seringkali hujan. Semua hal ini memberikan efek pada pengaturan kamera anda. Untuk melakukan pemotretan di luar studio, maka anda perlu membawa reflector dan diffusion panels, serta alat-alat yang dapat menggantikan pencahayaan yang alami.

Yang terpenting adalah ketahuilah posisi sinar matahari. Jika naluri anda berkata bahwa sinar matahari adalah cahaya satu-satunya yang harus anda gunakan, maka pikirkan untuk menggunakan diffusion panel antara sinar matahari dan mata dari subjek anda, kenapa? Karena jika tidak, maka mata dari subjek anda akan terlihat “cipit” karena berhadapan langsung dengan cahaya matahari.

3.  Reflektor amatlah penting untuk foto model outdoor

Reflector/reflektor digunakan untuk memantulkan cahaya yang diperoleh secara langsung kepada subjek anda serta menerangi area pemotretan yang anda gunakan. Reflector menampilkan warna dalam berbagai ukuran (bisa untuk menghangatkan dan memberikan kesejukan bagi subjek anda) dan hal yang paling luar biasa dari alat ini adalah anda dapat melihat hasilnya akan seperti apa sebelum anda melakukan pemotretan. Peganglah reflector dan arahkan ke sudut-sudut yang anda inginkan sampai memperoleh hasil yang anda harapkan. Anda mungkin memerlukan bantuan seseorang untuk memegang reflector anda selama pemotretan atau anda dapat meletakkannya menghadap dinding atau dilantai. Pilihan lain yang bisa anda gunakan juga adalah dengan menempatkan reflector anda pada lighting stand.

 
teknik foto model outdoor dengan relfektor dan asisten
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

4.  Titik fokus yang jitu

Fokus memainkan peranan penting dalam fotografi. Saat berhubungan dengan subjek, bagaimanapun juga, anda harus tahu kemana anda harus mengarahkan kemera anda, apalagi saat anda ingin mengambil gambar close up dengan kedalaman atau luas pandangan yang terbilang kecil. Tetapkan mode fokus anda, autofocus bisa sangat membantu dalam setiap pemotretan, tapi dalam foto close up adalah lebih baik jika menggantinya dengan manual focus. Ingatlah, lebih dekat lensa foto anda dengan subjek, maka fokus kamera anda tidak akan keluar dari batas foto yang hendak anda ambil.

Disamping menetapkan mode fokus, tetapkan juga titik fokus area pemotretan anda. Agar anda dapat memotret subjek anda dengan akurat (tepat), maka gantilah area autofocus anda pada satu titik (single point). Intinya, janganlah fokus pada keseluruhan area dimana subjek anda berada, tetapi cobalah untuk fokus pada subjeknya sendiri. Sebagai contoh, gantinya memberikan fokus pada keseluruhan sepeda yang digunakan oleh seorang anak, fokuskan pada berapa kali mata anak tersebut melihat pada sepeda itu. Tapi diatas semuanya itu, pastikanlah bahwa jarak antara anda dan subjek anda tak berubah sejak awal.

5.  Pengaturan kamera yang benar

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Mengambil gambar di alam yang terbuka berhubungan dengan pengaturan. Pengaturan yang paling popular mengenai memotret di alam yang terbuka adalah menggunakan aperture yang lebar untuk mengeluarkan latar belakang yang tidak fokus sementara anda menjaga subjek anda tetap terlihat jelas. Tapi pengaturan anda akan beravariasi tergantung pada jenis foto seperti apa yang hendak anda buat, situasi penerangannya, dan gaya visual yang anda inginkan. Jika anda mengambil gambar dengan kumpulan orang yang banyak dalam satu komposisi, maka anda perlu menggunakan aperture yang kecil untuk memastikan bahwa semuanya ada dalam fokus anda.

Pengaturan merupakan hal yang sangat penting karena jika salah dalam pengaturan maka hasil yang diperoleh kurang bagus. Itulah sebabnya, buatlah pengaturan secara efektif dan efisien dengan mempertimbangkan segala sesuatu yang bisa saja terjadi selama melakukan pemotretan. Jika pengaturan yang anda buat sudah sempurna, maka mulailah mengambil gambar.

6.  Ciptakan komposisi yang menarik

Komposisi memainkan peranan penting untuk memperoleh gambar yang bagus. Pastikan untuk menggabungkan beberapa hal yang ada disekitar anda dengan gambar yang hendak anda ambil untuk membantu membuat latar serta foto anda tampil menarik. Gabungan dari unsur-unsur latar belakang dan depan yan menarik dapat membantu anda untuk menambahkan daya tarik serta minat yang mendalam pada komposisi foto anda. Carilah objek yang menarik, warna, dan tekstur; langit yang cerah dan lapangan hijau, atau cahaya samar-samar yang nampak melalui pohon-pohon. Kemudian komposisikan dengan baik, maka anda akan menciptakan suatu gambar yang luar biasa dan keren.

7.  Latar belakang / background spektakuler

Latar belakang memberikan efek yang sangat penting dalam pemotretan karena latar belakang yang sesuai dapat memberikan keindahan terhadap objek pemotretan anda. Tapi jika tidak, maka yang ada hanyalah tampilan yang kurang menarik. Itulah sebabnya memperhatikan latar belakang sebelum melakukan pemotretan merupakan hal yang sangat dianjurkan. Carilah latar belakang yang menarik dan cocok dengan subjek anda. Tekstur (tampilan) sebuah bangunan juga dapat menjadi latar belakang yang sempurna – pikirkan sebuah bangunan yang sudah tua atau sebuah bangunan yang menarik. Gunakan aperture yang besar untuk membuat subjek anda berada jauh dari latar belakang untuk menciptakan efek latar belakang menjadi blur.

teknik foto model outdoor
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

8.  Bawalah PA (photo assistant/asisten)

Bekerja diluar ruangan memiliki manfaat tersendiri bagi setiap fotografer. Bekerja di luar ruangan memberikan kesempatan untuk memperoleh cahaya yang alami serta menikmati pemandangan yang indah. Tapi ada juga beberapa kelemahan ketika melakukan pemotretan diluar ruangan, seperti menghabiskan waktu yang lama untuk berjalan mencari lokasi yang tepat, udara yang segar, serta bagaimana memanipulasi cahaya matahari untuk menjadi sealamiah mungkin buat pemotretan.

Untuk foto alam terbuka, membawa asisten dalam membantu anda mengambil gambar sangat berguna dan menolong anda. Dengan adanya seseorang untuk membantu anda dalam pemotretan, akan membuat anda fokus pada pemotretan itu sendiri. Karena itu, manfaatkanlah segala sesuatu dan berpikirlah dengan bijak.

9.  Perhatikan jarak antara anda dan subjek

Tidak seperti pemotretan dalam studio, lokasi pemotretan diluar studio sangat menyenangkan, karena anda bisa menggunakan lensa yang panjang untuk mendapatkan gambar yang bagus dari luas area pemotretan anda. Jika anda memotret dengan jarak yang lebih panjang dari 200 mm, maka anda membutuhkan alat bantu seperti walkie-talkie untuk berkomunikasi dengan PA (photo assistant) anda dalam menentukan gaya seperti apa yang hendak diperlihatkan / ditampilkan oleh model anda.

Kesimpulan

Mengambil gambar di alam terbuka merupakan pemikiran yang kreatif karena disamping banyaknya akses untuk mendapatkan objek yang menakjubkan, anda juga bisa meningkatkan kemampuan anda dalam fotografi. Alam terbuka merupakan sarana yang begitu bagus dalam menghasilkan gambar-gambar yang menarik dan menakjubkan. Namun, untuk mendapatkanya, anda membutuhkan kesabaran dan ketekunan serta latihan yang extra, karena segala sesuatu membutuhkan proses. Kuncinya adalah jangan mudah menyerah ketika apa yang dihasilkan belum sesuai dengan keinginan anda karena usaha dan kerja keras senantiasi diikuti oleh hasil yang memuaskan.

Demikianlah artikel yang bisa kami sediakan. Kiranya artikel ini bisa bermanfaat. Selamat mencoba …

Artikel Terkait

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Video Terbaru

Loading...

Instagram

lensa terbaik untuk foto landscape

Ikuti Foto.co.id!

Bergabunglah di komunitas fotografi kami, dan belajar fotografi bersama kami!

Terima kasih, silahkan cek inbox anda dan konfirmasi untuk bergabung.

Share This