10 Pengaturan Paling Handal Untuk Kamera DSLR di Malam Hari

Apakah kamera DSLR anda hanya dapat memotret pada siang hari saja? Ini bisa menjadi sangat membosankan hanya untuk menunggu matahari memancarkan sinarnya. Saat anda berhenti untuk memotret ketika matahari telah tenggelam, itu berarti anda kehilangan momen dan kesempatan untuk mendapatkan hasil gambar terbaik. Pemotretan pada malam hari bisa menjadi salah satu hal yang paling mengesankan bagi anda untuk memotret dengan genre yang berbeda. Kamera DSLR anda dapat memotret lebih banyak gambar yang menarik pada malam hari, tapi anda juga berperan penting dalam hal ini. Jika anda menentukan satu bagian dalam gambar dan memotret dengan melakukan pendekatan pada subjek ketika cahaya kurang, anda akan mendapatkan gambar atau foto yang buram dimana atmosfer pada tampilan foto tersebut telah hilang. Tapi, anda tidak perlu khawatir untuk memotret saat gelap. Dalam artikel ini, anda akan mendapatkan jawaban atas semua pertanyaan yang selalu muncul tentang bagaimana cara pengaturan kamera DSLR untuk memotret di malam hari.

Pilihlah Aperture yang Tepat 

Saat mengatur kamera anda untuk memotret di malam hari, hal ini sangatlah penting untuk menjaga kamera tetap dalam keadaan stabil. Saat cahaya redup, shutter speed yang lebih cepat akan sulit di capai. Dalam beberapa situasi, seperti saat pencahayaan lebih, hal ini perlu dilakukan yaitu memegang kamera ditangan anda, tapi pada saat malam hari, anda membutuhkan sebuah benda untuk menaruh kamera tersebut disitu. Pilihan terbaik yaitu menggunakan tripod, yang dapat menjaga kinerja kamera DSLR anda, meskipun dengan shutter speed yang lambat.

Kamera DSLR
Pastikan Aperture Kamera DSLR Anda dalam Pengaturan yang Tepat

Anda juga dapat menjaga kinerja kamera agar tetap menakjubkan dengan cara sederhana yaitu dengan meletakkannya pada permukaan benda yang datar, seperti: diatas atap mobil, atau ditepi jendela dan kemudian memotretlah dengan menggunakan fungsi self-timer pada kamera untuk menghindari getaran yang tidak diinginkan (dan penyebab guncangan pada kamera). Setelah itu, anda dapat bebas memilih shutter speed, aperture dan ISO agar dapat memotret subjek dengan baik dan bukan hanya hal-hal tersebut yang dapat menjauhkan kamera anda dari guncangan, pengaturan yang lebih tepat lagi yaitu anda harus memiliki subjek yang bervariasi, sehingga terciptalah hasil potret yang menyatu. Tapi, untuk pemotretan dengan menggunakan tripod, aturlah ISO pada kecepatan 100 (untuk meminimalisir suara berisik) dan gunakan bukaan aperture yang sempit pada (f/16). Mungkin shutter speed lebih lambat, tapi dengan pengaturan yang telah ada di kamera anda, itu tidak menjadi masalah. Kamera dapat bekerja dengan baik serta dalam genggaman. Fotografi mencatat lembaran daftar beberapa pengaturan kamera secara tepat, yang anda butuhkan untuk memotret subjek-subjek yang menarik di malam hari.

Buatlah Jadi Sederhana

Membuat segala sesuatu menjadi sederhana harus menjadi mantra anda! Langkah utama dalam mengatur kamera digital ketika anda pertama kali menghidupkannya dan memasukkan tanggal yang benar, waktu serta lokasi. Informasi ini, seiring dengan kebanyakan parameter kamera lainnya, yang tertanam dalam data EXIF pada file kamera digital anda. Hal ini sangat penting untuk memastikan bahwa informasi tersebut akurat dan dimasukkan dengan benar untuk membantu mengelola semua foto dalam arsip anda. Setelah foto-foto anda telah dikirim dari kamera ke sistem komputer, data tersebut dapat membantu anda untuk memberi nama pada tiap foto anda.

Anda harus selalu memformat terlebih dahulu kartu memori kamera anda sebelum anda memotret gambar dan biasakanlah untuk melakukan hal tersebut sebelum memulai kegiatan pemotretan yang baru. Pastikan anda melakukan ini pada kamera anda atau pun pada komputer, tablet atau perangkat lainnya karena hal ini dapat menjaga keamanan data dan membantu anda untuk mencegah terjadinya kesalahan saat menyimpan gambar dalam kartu. Peringatan dalam langkah ini sangat dibutuhkan! Pastikan bahwa anda telah membuat arsip foto anda atau data digital yang sudah ada dalam kartu memori, karena ketika kartu tersebut di format, semua data yang tersimpan akan terhapus dan mungkin akan hilang selamanya.

Mengontrol Tiap Bagian Pada Kamera

Setelah anda melakukan langkah utama, waktunya untuk mengatur kamera dalam pengambilan gambar. Anda harus membuat beberapa keputusan tentang bagaimana anda melakukan hal-hal mendasar tersebut dengan beberapa pertimbangan, seperti: jenis subjek, proses mengelola gambar dan kriteria spesifik lainnya yang menurut anda penting. Untuk subjek fotografi di malam hari, berikut hal penting yang harus di pertimbangkan: bagian yang paling sering digunakan pada kamera dan pengaturan terpenting untuk mengontrolnya.

kamera dslr
Pastikan Anda Mengontrol Tiap Bagian Pada Kamera DSLR anda sebeum Menggunakannya

Modus Pemotretan

Menu pencahayaan atau modus dial pada kamera anda memungkinkan anda untuk mengontrol pengaturan pencahayaan. Modus pencahayaan secara umum dibuat dengan simbol huruf: M, A, S, dan P. M yaitu untuk Manual, A untuk Aperture Priority, S yaitu Shutter Priority dan P untuk Program Modes. Cara anda untuk mengontrol pencahayaan pada satu bagian dengan tiga cara: dengan menambahkan bukaan Aperture dalam lensa  anda, mengubah Shutter Speed atau mengatur nilai ISO pada kamera.

Karena memiliki kamera dengan fungsi film manual, rawatlah kamera DSLR anda dengan sebaik mungkin dan selalulah gunakan modus pencahayaan manual untuk mengontrol jumlah pencahayaan yang masuk dalam kamera. Modus pencahayaan manual memberi anda control terlengkap dari seluruh parameter pencahayaan. Pada umumnya, kita juga menggunakan Aperture Priority untuk skenario tertentu pada fotografi malam hari. Ini berarti bahwa anda mengatur lensa secara spesifik pada Aperture f8 dan kamera akan menyesuaikan Shutter Speed untuk anda agar memberikan pencahayaan yang tepat. Shutter Priority dan modus program sebenarnya tidak begitu cocok untuk beberapa jenis gaya fotografi tertentu, jadi sebaiknya anda tidak menggunakannya.

Pengaturan Kualitas Gambar

Karena campuran sumber cahaya di hasilkan oleh banyak subjek pada pemotretan di malam hari, cara terbaik yaitu dengan memotret dengan format raw. Memotret dengan format Raw memiliki banyak kegunaan. Format ini memberi anda kontrol secara menyeluruh untuk melihat dan merasakan hasil dari foto anda. Ketika anda ingin mengelola hasil foto anda, file dalam format Raw memungkinkan anda untuk mengubah white balance dan pengaturan warna. Jika anda memotret dengan format jpeg atau tiff, warna dari hasil foto anda secara mendasar akan menjadi seperti “terpanggang” dalam file dan format file tersebut tidak menjadi fleksibel ketika warna pada foto akan di proses.

kamera dslr
Saat memotret di malam hari, ada begitu banyak campuran sumber cahaya yang di dapatkan dari berbagai subjek, oleh sebab itu anda harus mengontrolnya untuk kualitas gambar terbaik

Modus Metering

Kamera anda dilengkapi dengan metering pencahayaan, yang memiliki beberapa pengaturan berbeda untuk mengatasi tipe pencahayaan yang berbeda pula. Daerah yang mendominasi foto, bobot bidang gambar dan titik modus metering adalah hal yang paling umum terdapat dala. Fotografer biasanya menggunakan metering multi-zone karena, ini lebih akurat untuk mayoritas dalam tiap situasi fotografi yang anda sukai untuk melakukan kegiatan memotret di malam hari.

Mode Fokus

Pengaturan ini tergantung pada apakah anda menggunakan fokus manual atau lensa auto-fokus. Jika anda menggunakan lensa auto-fokus, anda sebaiknya menggunakan modus single auto-focus daripada modus continuous auto-focus, karena modus ini menetap pada satu fokus, yang berguna untuk subjek yang bergerak cepat, seperti subjek pada balapan motor sports. Modus ini juga menghabiskan baterai lebih cepat dan secara terus-menerus berfokus pada kondisi kurang cahaya, yang secara umum terjadi pada pemotretan malam hari. Ketika sistem auto-fokus telah berfokus ke arah subjek, anda harus segera mengalihkannya pada modus fokus manual, jadi lensa tidak melanjutkan untuk membidik atau menyesuaikan fokusnya lagi ketika anda memencet tombol Shutter.

Stabilisasi Gambar

Jika anda ingin memotret banyak subjek di malam hari, dengan sebuah tripod atau alat penstabil kamera lainnya, anda harus menyalakan beberapa pilihan stabilisasi gambar. Bergantung pada sistem kamera yang anda gunakan, anda dapat mengalihkannya pada lensa atau bagian menu pada kamera tersebut. Mengaktifkan stabilisasi gambar, ketika kamera berada diatas tripod dapat meningkatkan kualitas gambar.

Pengaturan ISO

Anda ingin secara manual untuk mengatur nilai ISO serendah mungkin dan tidak menggunakan auto-ISO. Dengan menggunakan kamera anda sesuai pengaturan ISO, yang secara umum berkisar pada ISO 100, anda akan menimimalisir kebisingan pada foto anda. Tapi, tidak selamanya hal tersebut memungkinkan. Di beberapa situasi anda harus meningkatkan nilai ISO pada kamera anda.

Pengaturan Shutter

Kebanyakan pemotretan di malam hari menggunakan kecepatan Shutter antara satu hingga sepuluh menit dan sebagian besar kamera memungkinkan anda untuk mengatur shutter speed hingga pada durasi 30 detik. Jika anda menginginkan shutter speed yang lebih cepat dari yang telah ditentukan tersebut, anda harus mengatur kamera pada posisi “lampu pijar” dan gunakanlah kabel penyambung atau remote pengontrol untuk menjaga shutter tetap terbuka pada waktu yang lama. Jika anda tidak memiliki kabel atau remote, anda dapat menggunakan fungsi self-timer untuk menghindari sentuhan pada kamera selama pencahayaan.

Kesimpulan

Memotret pada malam hari memang sangat menantang dan memberikan kesan yang berbeda dalam foto anda. Tidak sama halnya dengan pemotretan di siang hari saat cahaya begitu terang, sehingga anda tak perlu sulit untuk mengatur kamera anda dalam memotret subjek agar mendapatkan hasil yang maksimal. Memotret di malam hari membuat anda dapat berkreasi semaksimal mungkin dengan pengaturan pada kamera DSLR anda. Poin terpenting yang harus anda perhatikan yaitu pengaturan ISO, Modus Metering, pengaturan Shutter & Aperture dan lain sebagainya. Pada akhirnya, anda tak perlu ragu lagi untuk memotret di kegelapan atau saat dimana kurangnya pencahayaan. Kiranya uraian diatas dapat membantu anda dalam mengatur kamera DSLR anda untuk pemotretan malam hari, sehingga anda mendapatkan hasil potret yang jauh lebih menarik di bandingkan saat anda memotret di siang hari. Demikian artikel kami kali ini, dan jangan lupa jika anda masih ingin mengetahui info lebih banyak lagi tentang fotografi, silahkan kunjungi situs kami di https://foto.co.id/, Sampai jumpa 🙂

Scroll to Top