Belajar Fotografi Dasar

Halo teman2 selamat datang di Foto.co.id, di mana kita bisa belajar fotografi bersama. Setiap minggu kami akan meng-upload tutorial fotografi untuk anda, jadi jangan lupa subscribe di channel Youtube kami, dan juga ikut berlangganan di newsletter kami. Ayo kita belajar fotografi dasar sekarang.

Hari ini kita akan belajar mengenai fotografi dasar atau basic photography. Ada 3 setting di kamera yg bisa kita atur untuk mendapatkan pencahayaan yg tepat.

ISO

Iso, atau biasa juga disebut ASA, adalah seberapa sensitif sensor di kamera terhadap cahaya. Setiap kamera digital saat ini mempunyai sensor, itulah yg merekam cahaya dan menghasilkan sebuah foto. Semakin tinggi ISO, semakin tinggi sensitifitas terhadap cahaya.

Jika kita ada di lingkungan yg terang, misalnya di outdoor pada saat matahari terik, bagusnya menggunakan ISO rendah, seperti iso 100 – 200. Demikian pula jika kita ada di dalam ruangan yang gelap, sebaiknya kita menggunakan iso tinggi, seperti di 1600 ke atas.

Semakin tinggi ISO, semakin tinggi juga noise yang dihasilkan oleh kamera. Usahakan untuk selalu menggunakan ISO yang paling rendah dan memungkinkan di mana anda memotret. ISO rendah akan menghasilkan foto yg lebih jernih dan ber-detail/tajam.

Dengan menggunakan ISO rendah (ISO 400), hasilnya tidak ber-noise, namun jernih , tajam dan detail
ISO tinggi, di sini sy gunakan iso 12.800, menghasilkan noise yg mengurangi kualitas gambar

TIPS FOTOGRAFI: gunakan iso yang paling rendah untuk menghasilkan kualitas foto yg terbaik.

DIAFRAGMA

Sekarang mari kita diskusi sedikit mengenai diafragma, atau biasa disebut aperture. Diafragma itu adalah ukuran bukaan dari lensa. Semakin kecil nomer fstop tersebut, semakin besar bukaan pada lensa. Dengan bukaan yg besar ini, semakin besar juga cahaya yg masuk mengenai sensor. Itu akan menghasilkan foto yang lebih terang.

Diafragma atau bukaan juga mempengaruhi depth of field, atau seberapa lebarnya ruang fokus tersebut. Semakin kecil bukaan di lensa, semakin besar ruang yang akan fokus. Sebagai contoh, jika ingin melakukan pemotretan model, gunakan diafragma dgn bukaan besar agar modelnya saja yg fokus, dan background nya bisa blur. Lain hal jika kita ingin memotret pemandangan atau landscape, biasanya kita gunakan diafragma yg bukaan kecil, agar semuanya tajam, foreground hingga background.

Setiap lensa mempunyai diafragma yg berbeda2. Contohnya di lensa Fujinon 35mm f1.4, yang artinya bukaan terbesar dari lensa ini adalah di f1.4, yang sangat bagus untuk memotret model dan membuat background bokeh yg bagus.

diafragma dgn bukaan semput (f11) akan menghasilkan ruang fokus yg besar, bisa dilihat bahwa subjek dan background nya tajam semua
menggunakan diafragma f1.4 akan menghasilkan ruang fokus yg sempit, subjek nya tajam, background nya blur.

KECEPATAN

Hal yg terakhir ialah kecepatan. Kecepatan yg dimaksud adalah kecepatan dari shutter dari kamera, untuk membuka, membiarkan cahaya masuk mengenai sensor, dan menutupnya kembali. Kecepatan dari shutter itu diukur dalam detik. Anda bisa mengatur kecepatan shutter kamera anda di 1/30 detik, 1 detik, dsb. Biasanya kamera akan menunjukkan angka 60 jika anda memilih 1/60 detik.

Semakin lambat kecepatan yg anda pilih, semakin banyak cahaya yg akan masuk dan direkam oleh sensor. Dengan demikian hasil foto yang anda akan dapatkan akan menjadi lebih terang.

 

kecepatan 1/125 detik mampu menangkap momen dan juga mengurangi shake atau goyang. Hasil foto tajam.
speed 1/30 menghasilkan gambar yang goyang karena tangan fotografer, dan juga subjek bergerak.

TIPS FOTOGRAFI: tangan manusia biasanya bisa mengambil gambar di sekitar 1/60 detik tanpa shake atau goyang. Jadi gunakanlah kecepatan di atas 1/60 (1/124 – 1/200 umum dipakai jika memotret tanpa menggunakan tripod).

KESIMPULAN: Belajar fotografi dasar

Ok guys, sekian dulu untuk hari ini, kita telah belajar mengenai pengenalan kamera dan dasar fotografi. Kamera digital pada umumnya, baik DSLR ataupun mirrorless, mempunyai sensor yang sensitif dengan cahaya. Sensor inilah yang menghasilkan gambar yg dihasilkan oleh kamera. Perpaduan antara ISO dari sensor, kecepatan shutter kamera, dan bukaan diafragma lensa, itulah yang menghasilkan sebuah foto dengan pencahayaan yg benar.

Ada pertanyaan? Jangan sungkan untuk berkomen di bawah, atau komen di video youtube kami atau tag kami di instagram kami. Salam fotografi.

 

 

 

Scroll to Top